Senin, 27 April 2009

2. KELUARGA CIGARUNGSANG Alm. (YOYO SUHARYO DAN Hj. IDAS)

1. Dra. Yeni Sumartini

2. Ir. Deni Sutarmaji Mustofa

3. Drs. Toni Safari

4. Dida Siti Rubaedah, S.Pd

5. Tanti Rahmawati, S.Pd

6. Alm. Asep Rahadian

KELUARGA SALAWU

1. Eneh

2. Alm Onih

3. Endang Yusuf

4. Hj. Juju

5. H. Sumanang

6. H. Nana Nur Sumarna

7. Hj. Karmini

8. Dra. Entin

9. Tatang Somantri

10. H. Yaya Sanjaya

Minggu, 19 April 2009

SELAYANG PANDANG

Alm. H. Yasin Mustofa lahir di Cilawu Garut tahun 1900 M dari seorang Ibu bernama Alm. Endeung dan ayah Alm. H. Abdul Gofur. Sedangkan Alm. Hj. Iyoh Siti Rodiah lahir di Cihideung Cilawu Garut dari seorang ayah Alm. H. Zaenal Asyik dan Ibu Alm…
Alm. H. Yasin Mustofa dan Alm. Hj. Iyoh Siti Rodiah menikah sekitar tahun ………….. dengan dikarunia 9 orang anak. Dengan urutan dari Sulung ke bungsu sebagai berikut:
1. Alm Hj. Jojoh lahir tahun……… Menikah dengan (Alm) H. Dudu
2. Alm Yoyo Suharyo lahir tahun……. Menikah dengan Hj. Idas
3. Alm Anah Marianah lahir tahun……. Menikah dengan Amari
4. Hj. Ihat Solihat lahir tahun……… Menikah dengan H. Suhanda
5. Suhaenah lahir tahun……… Menikah dengan Adhiam Kiswara
6.
Hj. Suhaeni lahir tahun……. Menikah dengan H. Syafei
7. Atik Maryam lahir tahun…. Menikah dengan Anang
Berangkat dari keluarga seorang petani yang bercita-cita ingin menyekolahkan
semua anak-anaknya yang sebagian besar adalah perempuan. Suatu pemikiran dan cita-cita yang sangat maju untuk ukuran masa itu. Suatu pemikiran yang sangat sederhana tapi mulia bagi generasinya kelak bahwa: “Dengan bekal ilmu kehidupan mendatang akan menjadi lebih baik”. Dengan segala kesederhanaan hal ini beliau konsisten terapkan kepada anak-anaknya.
Sebuah cita-cita yang besar dengan kodisi kesederhanaan kala itu bukan perkara mudah untuk bisa mewujudkannya. Dengan kerja keras dan kegigihan hal itu coba diraih seluruh keluarga H. Yasin Mustofa bersama sang istri dan anak-anak beliau kala itu.
Dengan semua pengorbanan dan usaha beliau kala itu ada satu penunjang pemikiran untuk terwujudnya sebuah cita-cita keluarga, yaitu beliau terapkan rasa saling peduli dan rasa saling mengasihi diantara sesama anak-anaknya. Bahwa sebuah pengorbanan untuk saudara adalah sebuah investasi untuk kemajuan bersama, disamping itu adalah sebuah ibadah. Rasa kebersamaan dan rasa saling peduli terus diterapkan dan tumbuh diantara anak menantu beliau. Dan itulah cikal bakal tercetusnya “RUKUN TUJUH DULUR yang artinya kurang lebih adalah kerukunan, kebersamaan dan kepedulian diantara 7 (tujuh) anak menantu beliau. Karena untuk diketahui, bahwa
anak baliau yaitu …………………….. meninggal ketika usia masih sangat muda, sehingga tersisa 7 (tujuh) orang.
Itulah sekilas keluarga besar H. Yasin Mustofa almarhum dan “RUKUN TUJUH DULUR” nya yang menjadi dasar kebersamaan keluarganya hingga kini.